Tuesday, May 14, 2013

pertulangan daun


 
BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Daun merupakan bagian dari tumbuh-tumbuhan yang mempunyai fungsi dan peran penting untuk melangsugkan kelangsungan hidup tumbuh-tumbuhan itu sendiri. Ciri khas dari daun, pada umumnya berwarna hijau bentuk dari daun bagian besar adalah melebar, memiliki zat klorofil yang berguna untuk membantu proses fotosintesis. Daun juga mempunyai mempunyai bagian-bagian yang berperan penting untuk membantu proses pertumbuhan pada tumbuhan, setelah di pelajari dan di pahami secara mendalam, maka manusia akan menyadari betapa pentingnya daun pada tumbuhan. Sehingga secara tidak langsung manusia juga dapat mengetahui batapa penting dan gunanya tumbuh-tumbuhan dalam hidup. Pada lingkungan iformal manusia secara umum mengetahui bentuk dari daun, namun pada lingkungan ini manusia tidak mengetahui dan mengenal daun secar spesifik.
Tapi pada lingkungan formal, manusia dapat mengenal dan mengetahui pentingnya daun pada tumbuhan secar spesifik, sehingga proses pembelajaran dari setiap lembaga formal yang time scedokan, harus banyak mengarah pada kagiatan penelitian dan praktikum sehingga proses pedalaman materi pada bidang-bidang tertentu selalu ada.
B.     Tujuan
Agar kami dapat mengetahui anatomi daun terutama pada bentu helaian dan pertulangan daun.



BAB II
PEMBAHASAN

Daun Merupakan Organ Tumbuhan sebagai tempat berlangsunya proses fotosentesis, penguapan (transpirasi), dan transportasi. Daun tersusun atas beberapa macam jaringan seperti epidermis, parenkim dan ikatan pembuluh (xilem dal floem). Mulut daun (stomata), yang berfunngsi untuk pertukaran gas. stomata ini umumnya terdapat dibagian daun membuka dan menutupnya stomata diatur oleh tekanan turgor. Bagian mesofil daun terdiri dari jaringan pagar (pelisida) dan jaringan bunga karang (spons) pada jaringan bunga karang daun dikotil terdapat membuluh angkut terbentuk tulang daun.
A.    Bagian- Bagian Daun
pada umumnya daun yang lengkap mempunyai bagian-bagian yaitu :
1. Upih Daun Atau Pelepah Daun (Vagina)
Daun yang berupih hanya kita dapati pada tumbuhan yang tergolong dalam tumbuhan yang berbiji tunggal (Monocotyledoneae) saja.  upih daun atau pelepah mempunyai fungsi Sebagai pelindung kuncup yang muda, seperti dapat di lihat pada tanaman tebu (Seccharum Officinnarum L).
2. Tangkai Daun (Petioulus)
Tangkai daun merupakan bagian yang mendukung pelayannya dan bertugas untuk mendapatkan helayan daun  pada posisi sedemikian rupa hingga dapat memperoleh cahaya Matahari yang sebanyak-banyaknya.
3.  Helayan Daun (lamina)
Helayan daun merupakan bagian daun yang terpenting dan lekas menarik perhatian. Maka suatu sifat yang sesungguhnya hanya berlaku untuk helayan, di sebut pula sebagai sifat daunnya. Contoh : jika kita mengatakan daun nangka jorong sesungguhnya yang jorong itu bukan daunnya melainkan helayannya.
Sifat-sifat daun yang perlu mendapat perhatian kita adalah sebagai berikut :
Ø  Bangun(bentuk) daun (Circumscriptio)
Berdasarkan letak bagian daun yang lebar, dapat di bedakan menjadi 4 golongan yaitu :
a.       Bagian yang terlebar berada di tengah-tengah helaian daun. Kemungkinan bangun daun yang akan kita jumpai yaitu : (bulat atau bundar) biasanya dapat kita jumpai pada toria regia, teratai besar (Nelumbium nelumbo Druce), (bangun perisai) yaitu daun yang biasanya bangun bulat, dan tangkai daun tertanam pada bagian tengah helaian daun, misalnya pada daun jarak,dan teratai besar. (bangun jorong) yaitu jika perbandingan panjang : lebar 2:1 seperti pada daun nangka. (bangun memanjang) yaitu jika panjang :lebar 3:1 misalnya pada daun srikaya (Annona squamosa L). (bangun lanset) misalnya pada daun kamboja (Plumiera acuminata Ait.)

b.      Bagian yang terlebar terdapat di bawah tengah-tengah Helaian daun.
1.      Bagian daunnya tidak bertoreh, mempunyai bentuk-bentuk sebagai berikut : bangun bulat telur (ovatus), bangun segitiga (triangularis), bangun delta (deltoideus), bangun belah ketupat (rhomboideus).
2.      Pangkal daun bertoreh atau berlekuk. Mempunyai bentuk-bentuk sebagai berikut : bangun jantung (cordatus), bangun ginjal (reniformis), bangun anak panah (sagittatus), bangun tombak (hastatus), bangun bertelinga (auriculatus).

c.       Bagian yang terlebar terdapat di atas tengah-tengah helaian daun. Bangun yang dapat kita jumpai biasanya berbentuk bangun bulat telur sungsang, bangun jantung sungsang, bangun segitiga terbalik, dan bangun sudip atau spatel atau solet.
d.      Tidak ada bagian yang terlebar atau dari pangkal sampai ujung hanpir sama lebar. Seperti bangun garis, bangun pita, bangun pedang, bangun paku.

Ø  Ujung Daun (Apex Folii)
Bentuk-bentuk ujung daun dapat di golongkan sebagai berikut:
a.       Runcing, yaitu kedua tepi daun dimana kanan dan kiri ibu tulang menuju keatas dan membentuk sudut lancip. Contohnya daun oleander
b.      Meruncing, yaitu sama seperti pada ujung daun runcing, tetapi pertemuan kedua ujung lebih tinggi sehingga daun nampak sempit dan panjang.misalnya pada daun sirsat.
c.       Tumpul, yaitu tepi daun yang agak jauh dari ibu tulang membentuk sudut tumpul.misalnya daun sawo kecik.
d.      Membulat, yaitu sama dengan ujung daun tumpul tetapi tidak terbentuk sudut sama sekali, hingga ujung daun menyerupai busur.contohnya daun kaki kuda.
e.       Rompang, yaitu ujung daun tampak sebagai garis yang rata. Misalnya dun jambu monyet
f.       Terbelah, yaitu ujung daun yang biasanya memperlihatkan suatu lekukan, misalnya pada daun sidaguri.
g.      Berduri, yaitu ujung daun di tutup dengan suatu yang runcing dan keras. Misalnya pada daun nanas.

Ø  Pangkal Daun
Pangkal daun di bedakan menjadi:
1.      Tepi daun tidak pernah bertemu, tetapi terpisah oleh ibu tulang,memiliki bentuk : runcing, meruncing, tumpul, membulat, rata, berlekuk.
2.      Tepi daun dapat bertemu dan berlekatan satu sama lain, pertemuan tepi daun pada pangkal terjadi pada sisi yang sama terhadap batang sesuai dengan letak daun pada batang, dan pertemuan tepi daun terjadi pada sisi seberang batang yang berlawanan atau berhadapan dengan letak daun nya.

B.      Susunan Tulang-Tulang Daun (Nelvatio Atau Venation)
              Tulang-tulang daun adalah bagian daun yang berguna untuk Memberikan kekuatan pada daun, seperti pula halnya dengan tulang-tulang hewan dan manusia. oleh sebab itu seluruh tulang-tulang pada daun di namakan pula kerangka daun (sceleton). Disamping sebagai penganut tulang-tulang daun itu sesungguhnya adalah berkas-berkas pembuluh yang berfungsi sebagai jalan untuk pengangkutan zat-zat yaitu Jalan pengangkutan zat-zat yang diambil dari tanah ialah air beserta garam-garam yang terlarut didalamnya Jalan pengangkutan hasil asimilasi dari tempat pembuatannya yaitu dari daun ke bagian lain yang memerlukan zat-zat tersebut.
Ø  Tulang-tulang daun menurut ukuran nya dibagi menjadi: 
1.      ibu tulang (costa), merupakan tulang yang biasanya  terbesar dan merupakan terusan tangkai daun, dan terdapat di tengah-tengah membujur dan membelah daun. Ada daun yang tidak mempunyai ibu tulang tepat di tengah helaian, sehingga kedua bagian daun di kanan kiri ibu tulang menjadi tidak setangkup atau asimetrik, misalnya daun Begonia.
Adapula daun yang mempunyai beberapa tulang yang besar yang semuanya berpangkalan pada ujung tangkai daun, misalnya pada daun yang mempunyai bangun perisai atau daun yang bulat (teratai besar,jarak,ubi kayu).

2.      tulang-tulang cabang (nervus lateralis), yaitu tulang-tulang yang lebih kecil daripada ibu tulang dan berpangkal pada ibu tulang. Tulang cabang yang langsung  berasal dari ibu tulang di sebut tulang cabang tingkat 1, sedangkan cabang tulang cabang tingkat satu di sebut ssebagai tulang cabang tingkat 2 begitu seterusnya.

3.      urat-urat daun (vena).adalah sama dengan tulang cabang, tetapi yang kecil atau lembut dan satu sama lain beserta tulang-tulang yang lebih besar membentuk susunan seperti jala, kisi dll.
Ø  Susunan tulang-tulang daun digolongkan menjadi 4, yaitu :
  • Menyirip (Penninervis)
Tulang daun menyirip berbentuk seperti susunan sirip ikan. Contohnya adalah daun mangga, daun jambu, daun nangka.
http://1.bp.blogspot.com/_qi9P6IsGvaE/SqZP_0eRGnI/AAAAAAAAAJ0/76L6QVCBHVI/s320/daun5.JPG

  • Menjari (Palminervis)
Bentuk tulang daun menjari seperti susunan jari-jari tangan. Contohnya adalah daun pepaya, daun singkong, dan daun jarak.
http://2.bp.blogspot.com/_qi9P6IsGvaE/SqZP_E614uI/AAAAAAAAAJk/Jb-H1bGe-NI/s320/daun3.JPG








  • Melengkung (Curninervis)
Bentuk tulang daun melengkung seperti garis-garis lengkung. Ujung-ujung tulang daun melengkung terlihat menyatu. Contohnya adalah daun sirih dan daun genjer.
http://4.bp.blogspot.com/_qi9P6IsGvaE/SqZP-xVcgmI/AAAAAAAAAJc/Gh_-OhkQMAY/s320/daun2.JPG


  • Sejajar (Rectinervis)
Bentuk tulang daun sejajar seperti garis-garis lurus yang sejajar. Contohnya adalah tebu dan semua jenis rumput.
http://3.bp.blogspot.com/_qi9P6IsGvaE/SqZP_s8859I/AAAAAAAAAJs/Z4TqkR1gZLk/s320/daun4.JPG

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dalam suatu daun, suatu sifat yang sesungguhnya hanya berlaku untuk helayan,di sebut pula sebagai sifat daunnya.
Macam-macam tulang daun yaitu : menyirip, menjari, melengkung dan sejajar.
Sedangkan tulang daun berfungsi memberikan kekuatan pada daun dan tulang-tulang daun itu sesungguhnya adalah berkas-berkas pembuluh yang berfungsi sebagai jalan untuk mengangkut zat-zat hara
B.     Saran
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih terdapat kekurangan dan kekeliruan, maka kami membutuhkan kritikan dan saran dari semua pihak baik dari teman-teman maupun dosen selaku pembimbing mata kuliah morfologi tumbuhan guna untuk penyusunan makalah selanjutnya.



1 komentar:

Post a Comment

Translate

Share It